Materi 1 Adaptasi di Lingkungan Sekolah yang Baru
Penyesuaian diri
terhadap lingkungan sekolah yang baru
Setiap
memasuki lingkungan yang baru kita pasti akan merasa asing, karena belum
mengenalnya, sering merasa bingung, malu takut serta ragu-ragu , banyak ditemukan
hal-hal yang baru yang tidak ditemukan pada waktu sekolah di Sekolah Dasar SD
/MI. Ada peribahasa yang mengatakan “ kalau tak kenal maka tak sayang” ini
berarti kita harus mengenal lingkungan yang baru supaya dapat menyayanginya
atau merasa senang. Kalau kita sayang dan merasa senang maka kita akan betah
tinggal di dalam sekolah yang baru sehingga kita dapat bermain dengan gembira,
belajar dengan tenang dan dapat meraih prestasi yang optimal.
Untuk itu kita harus mengenal dan
memahami segala sesuatu yang ada dilingkungan
sekolah yang baru kita masuki, antara lain :
1.
Mata
pelajaran yang ada adalah:
a. Pendidikan Agama
b. PPKn
c. Bahasa Indonesia
d. Bahasa Inggris
e. Bahasa Jawa
f.
Matematika
g. IPA
h. IPS
i.
Seni Budaya
j.
Pendidikan
Jasmani dan Kesehatan
k. Ketrampilan/Teknologi Informasi dan
Komunikasi
l.
Prakarya
j. Kegiatan ekstrakurikuler.
2.
Guru-guru
yang mengajar
3.
Ruang
Perpustakaan
4.
Ruang
Laborat
5.
Kamar
mandi / WC
6.
Ruang Kepala Sekolah, TU, Guru, BK
7.
Teman-teman
satu kekas.
Selain guru mata pelajaran , ada juga
guru khusus yang membimbing siswa apabila menemui kesulitan atau problem dalam
belajar, bergaul, dan juga membantu siswa dalam mengembangkan bakat minat yang
dimilikinya, guru tersebut adalah Guru BK / Konselor sekolah. Di setiap kelas
terdapat guru yang bertanggung jawab mengurus dan mengawasi kelasnya, juga
berfungsi sebagai pengganti orang tua di sekolah, yang disebut dengan nama wali
kelas .
Di Sekolah yang baru kita akan mempunyai
teman-teman yang berasal dari sekolah
lain, juga kakak kelas, sebaiknya kita harus bisa bergaul dengannya.
Selain itu ada juga kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang disebut dengan
ekstrakurikuler, seperti : pramuka, PMR, PKS, kesenian, bela diri, keagamaan,
kita bebas memilih kegiatan tersebut sesuai dengan bakat dan hobi kita
masing-masing.
Belajar
menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah baru
Salah satu aspek keberhasilan seseorang
dalam belajar dilingkungan yang baru, adalah harus dapat menyesuaikan diri
dengan lingkungan yang akan ditempati.
Agar bisa belajar dengan baik dan supaya bisa mencapai hasil belajar yang
optimal. Dengan demikian maka siswa harus tahu seluk beluk, serta dapat
menyesuaikan dengan : Tata tertib sekolah, peraturan sekolah, sifat atau cara
mengajar Bapak/ Ibu guru, sifat-sifat teman-teman satu kelas dan sifat kakak
kelasnya. Agar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah tanpa
banyak permasalahan, atau hambatan.
Dengan belajar menyesuaikan diri dengan
berbagai komponen-komponen sekolah dilingkungan yang baru, maka harapannya para
siswa dapat belajar dengan lebih efektip dan dapat berkembang secara optimal
sesuai dengan kemampuanya masing-masing. Adapun sekolah merupakan tempat
terjadinya proses kegiatan belajar mengajar. Keberhasilan belajar di Sekolah ,
selain harus dapat belajar menyesuaikan diri dengan komponen-komponen
lingkungan sekolah, juga sangat tergantung dari cara belajar yang harus
dilakukan oleh siswa, berikut ini ada beberapa cara belajar di Sekolah, antara
lain :
Persiapan belajar
dalam mengikuti KBM
Dalam
mengikuti kegiatan belajar mengajar, maka siswa sebaiknya melakukan:
a. Doa, sebelum pelajaran dimulai , agar
diberi kemudahan dalam mengikuti pelajaran.
b. Menyiapkan diri sebelum guru masuk
kelas, seperti menyiapkan buku dan alat-alat tulis.
c. Memperhatikan dan mendengarkan
penjelasan guru mengenai pelajaran yang sedang dibahas dengan penuh konsentrasi
sehingga dapat memahami dan mengerti dengan mudah.
d. Bertanya kepada guru bila belum jelas
atau belum mengerti.
e. Mencatat hal-hal yang penting.
f.
Diskusikan
dengan teman-teman materi yang dipelajari, sehingga memperoleh pemahaman dan
kesamaan pendapat
g. Membuat kesimpulan dari materi
pelajaran yang dibahas.
Belajar mandiri.
Belajar
mandiri adalah proses belajar yang dilakukan oleh siswa sendiri, tanpa harus
disuruh oleh orang lain. Dengan membahas materi pelajaran yang ada
dibuku-buku pelajaran atau buku modul,
paket, pada jam-jam kosong, serta mendapat tugas dari guru atau guru piket.
Belajar mandiri dapat dilakukan di Sekolah maupun di rumah, dari hasil belajar
mandiri siswa akan mampu membuat suatu kesimpulan dan menyelesaikan tugas-tugas
dari guru. Pengertian belajar mandiri menurut Hiemstra adalah sebagai berikut:
1.
Setiap individu berusaha meningkatkan tanggung jawab untuk
mengambil berbagai keputusan.
2.
Belajar mandiri dipandang sebagai suatu sifat yang sudah ada pada
setiap orang dan situasi pembelajaran.
3.
Belajar mandiri bukan berarti memisahkan diri dengan orang
lain.
4.
Dengan belajar mandiri, siswa dapat mentransferkan hasil
belajarnya yang berupa pengetahuan dan keterampilan ke dalam situasi yang
lain.
5.
Siswa yang melakukan belajar mandiri dapat melibatkan berbagai
sumber daya dan aktivitas, seperti: membaca sendiri, belajar kelompok,
latihan-latihan, dialog elektronik, dan kegiatan korespondensi.
6.
Peran efektif guru dalam belajar mandiri masih dimungkinkan,
seperti dialog dengan siswa, pencarian sumber, mengevaluasi hasil, dan memberi
gagasan-gagasan kreatif.
7.
Beberapa institusi pendidikan sedang mengembangkan belajar mandiri
menjadi program yang lebih terbuka (seperti Universitas Terbuka) sebagai
alternatif pembelajaran yang bersifat individual dan programprogram inovatif
lainnya.
Belajar kelompok
Belajar
kelompok merupakan kegiatan belajar bersama-sama antara beberapa siswa dalam
satu kelompok, untuk membahas materi pelajaran yang diberikan atau ditugaskan
oleh gurunya. Anggota kelompok sebaiknya antara tiga sampai enam orang siswa,
agar tidak terlalu ramai, dan dapat membahas materi pelajaran dengan baik.
Dalam kegiatan belajar kelompok biasanya diadakan diskusi kelompok yaitu
membahas persoalan tertentu secara bersama-sama dengan menampung berbagai
pendapat dari masing-masing anggota kelompok, kemudian diambil suatu kesimpulan
atau hasil pendapat kelompok.
Contoh salah satu cara belajar kelompok antara lain :
a. Menentukan
anggota dan jumlahnya
b. Menentukan
topik dan membaca buku atau modul pelajaran bersama-sama.
c. Merangkum
atau meringkas materi pelajaran
d. Mengerjakan
tugas-tugas atau latihan-latihan bersama.
e. Mengadakan
tanya jawab, satu siswa bertanya kepada siswa lainya memberi jawaban dan dapat dilakukan secara
bergantian.
Mengadakan tanya jawab, membahas
pokok-pokok persoalan tersebut diatas kemudian menampung berbagai pendapat dari
anggota kelompok kemudian membuat kesimpulan.
Download file disini:
1. Pdf :
https://drive.google.com/file/d/13eANNpgo4OF9MiEie6bgSe3M2KZ8ERlY/view?usp=drive_link
2. RPL :
3. PPT :
Kunjungi Medsos BK SahabatSeru, silahkan klik link berikut :
Telegram : https://t.me/+BUpJqKorXHZlYTJl
Instagram : https://www.instagram.com/bk_sahabatseru/
Facebook : https://www.facebook.com/hoofla.hoofla.7
Whatsapp : https://chat.whatsapp.com/BiGLuL5FblRGsNSjT8QC58
Tiktok : https://www.tiktok.com/@bksahabatseru
Join Channel WA BK SahabatSeru :
https://whatsapp.com/channel/0029Vae3iCRBA1epHNamTI0D

Comments
Post a Comment